Badan Pembinaan Hukum Nasional

Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia






Mail BPHN
Minggu, 31 Mei 2020

Kepala BPHN: Ubah Paradigma Lama, Pustakawan Adalah Orang-Orang Visioner

Selasa , 10 Mar 2020

Jakarta, BPHN.go.id - Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) R. Benny Riyanto mengatakan bahwa Pustakawan adalah orang-orang yang visioner di bidangnya. Pandangan lama yang menilai bahwa orang-orang yang ditempatkan di Perpustakaan suatu instansi atau lembaga adalah orang-orang yang ‘terbuang’, mesti dibuang jauh-jauh dan diganti dengan pandangan baru.

Dalam acara Forum Diskusi Pustakawan Hukum, Kepala BPHN menyampaikan bahwa posisi Perpustakaan dalam era industry 4.0 menjadi sangat sentral karena kebutuhan data atau informasi sangat diperlukan untuk pengambilan suatu kebijakan. Pola ini jauh berbeda dengan belasan tahun lalu di mana sumber informasi atau data acapkali dikesampingkan dalam praktik pengambilan keputusan di berbagai sektor. Oleh karena itu, pimpinan lembaga perlu mengubah paradigma lama, yakni menempatlkan orang-orang yang hebat di perpustakaan.

“Zaman dulu, orang-orang yang ditempatkan di Perpustakaan adalah orang-orang yang kehabisan inovasi. Namun di era digital, teman-teman yang mengisi Perpustakaan adalah orang-orang yang visioner,” kata Kepala BPHN, Selasa (10/3) di Aula lt. 4 gedung BPHN Cililitan – Jakarta Timur.

Sebagaimana diketahui, Perpustakaan hampir di setiap instansi atau lembaga tertinggal dari bidang atau bagian lainnya karena hanya dipandang sebagai tempat buku bertumpuk, tempat orang-orang yang bermasalah untuk dilakukan pembinaan, bahkan tempat pejabat atau pegawai menunggu usia pensiun. Tidak jarang, inovasi minim dihasilkan oleh insan yang bertugas di Perpustakaan sehingga keberadaan Perpustakaan tidak menarik perhatian banyak orang.

Hal ini tentu menjadi sangat berbeda ketika digitalisasi mengambil sebagian peran manusia dalam industri atau industry 4.0. Komponen utama dari digitalaisasi adalah informasi atau data yang salah satunya banyak tersimpan di Perpustakaan. Namun, koleksi pustaka yang disimpan tidak memiliki manfaat tanpa diolah terlebih dahulu. Subjek utama yang berperan melakukan pengolahan bahan pustaka adalah Pustakawan itu sendiri. Makanya, Pustakawan era sekarang adalah orang-orang pilihan dengan etos kerja yang tinggi, banyak inovasi, dan pandai memanfaatkan momentum.

“Perkembangan teknologi informasi, membuat keberadaan Perpustakaan sebagai sumber informasi termasuk data menjadi komponen utama. Dengan catatan, pengelolaan Perpustakaan mesti dilakukan secara professional, sistematis, dan inovatif,” kata R. Benny. (NNP)